Monday, 1 March 2010

3 Hal

Sebelumnya mohon maaf tidak sempat kontak teman-temin, soalnya acaranya mendadak.
Minggu kemarin diujung akhir Februari ada tugas ke Sukoharjo, dalam rangka pelaksanaan
ujian masuk ke Univ Brawijaya melalui program SPKS (Seleksi Penerimaan Kerjasama Sekolah).

Perjalanan melewati jalur selatan.

Keindahan pertama yang terlihat adalah pemandangan bukit dan lembah di daerah Trenggalek. Daerah yang pada saat musim kemarau termasuk kering. Dimusim hujan ini, nampak perbukitan yang hijau diikuti hamparan lembah yang hijau. Sedap untuk dipandang, tetapi mengkhawatirkan bagi pengemudi karena jalanan berkelak-kelok tajam. Karunia keindahan yang mungkin belum terekplorasi (bagi penggemar atau pemerhati alam khususnya). Andaikan ada warung teh atau tempat peristirahatan yang nyaman, mungkin akan cukup menyenangkan untuk beristirahat barag sejenak. Dalam beberapa menit atau lebih untuk menikmati keindahan yang terbentang dengan gratis, tis-tis-tis. Suatu panorama yang mungkin cukup menyejukkan hati.

Meluncur masuk daerah Ponorogo, jalanan lurus, memberikan kenyamanan berkendara, namun harus cukup hati-hati, karena lupa-lupa kecepatan bisa masuk ke 3 digit.

Hari itu masih Jum'at, libur Maulid Nabi, pada pinggir kota nampak seorang ibu dengan sepeda pancal membonceng anak perempuan. Seekor ayam dipegang dengan kencang oleh tangan kecil yang duduk di boncengan. Terbayang suatu kebahagiaan (setidaknya dalam benak saya) akan makan lauk daging ayam opor ;). Benak saya sesaat mengulur ke masa kecil, sedemikian senangnya dapat makan dengan lauk daging ayam (yang belum tentu sebulan sekali dapat dinikmati, kala itu tentunya). Sebuah bayangan keindahan perasaan yang lewat sesaat. Entahlah apakah anak-anak sekarang masih bisa merasakan kesenangan untuk menikmati daging ayam sepotong atau sebutir telor yang musti dibagi beramai-ramai. Ketercukupan mungkin dapat menghilangkan satu kebahagian.

Hari minggu pagi, dari Klaten saya meluncur ke Sukoharjo, ke SMA N 1 Sukoharjo. Dari Klaten jam 6 lebih belum sempat sarapan, setelah seharian dan semalaman menemani ibu. Sampai di sebelah barat pro liman Sukoharjo terlihat dipinggir jalan tulisan SOTO DAGING RP 1000 (Seribu Rupiah), wah kebetulan sejak pagi memang pingin sarapan yang panas dan seger, ya soto. Diikuti perasaan curiosity saya pesan soto satu porsi dan teh panas. Pingin tahu soto daging sapi seribu rupiah itu seperti apa dan apa benar nanti 1000 rupiah. Sambil meunggu disambi makan tahu dan bakwan goreng. Sebentar kemudian terhidangkan soto satu mangkuk ukuran kecil sudah berikut nasinya. Untuk ukuran nasi rasanya sudah cukup meskipun kalau 2 porsi juga masih muat. Di dalam mangkuk tersedia 3-4 potong daging. Rasanya ya tetap soto. Setelah selesai dihitung habisnya total Rp. 3500 (nasi soto, 1 tahu, 1 bakwan, 1 gelas teh panas). Lha, ternyata soto-nya memang seharga Rp. 1000 per mangkuk. We lah, ini kan suatu keindahan baru mengenai harga, ternyata 1000 rupiah itu ya masih cukup untuk memberikan kita semangkuk makanan panas yang enak berikut nasinya...... Lha ini kan kalau demikian adanya terus carane ngetung yang jualan bagaimana. Terbentang suatu perbedaan yang ekstrim dengan perbandingan yang juga ekstrim untuk satu hal yang sama, urusan mengisi perut. Keindahan kontradiktif dari nilai ekonomi, menimbulkan pertanyaan kecil, lalu apanya yang kita bayar mahal untuk sesuatu yang lain. Atas nama dikotomi kualitas, servis, gengsi, mbuh sak karepnya....

5 comments:

mujtahid said...

Iya kang jalur Trenggalek - Ponorogo memang menyajikan pemandangan yang eksotis .. aku juga sering lewat situ kalau ada urusan ke Malang/Lumajang/Blitar

Beno said...

Wis, uraian empu satu ini selalu memiliki nilai kemanusiaan tersendiri. Pengalaman kecil yang berdampak besar. Ayo, terus ditunggu crita-critane .....

A N T O said...

Iya aku yo gumun mosok ono soto semangkok Rp.1000, padahal umumnya tuku teh panas kae yo Rp. 1.000.
Wah itu nek ngono yo apik tenan asal kita bisa mantab bhw yg kita makan benar benar "Halalan Toyyiban"

Setyo said...

Betul itu Mas Anto yang disampaikan dolur kita Mas Kenang ini emang bener2 ada di dpn SMP N 2 Sukoharjo,
Mie Ayam disebelah timurnya hrg 2500 per mangkok, tp diokehi sawine. Pembelinya jga kemruyuk, Panj cobi Mas Anto, klo pas tindak Palur, proliman skh ngulon dikit.
Salam buat Mas Kenang kalo tindak Wonogiri saya aturi pinarak Krisak, suwun.

siswadi kasep said...

wah ..... dulurku krisak iki ketok'e yo seneng wisata kuliner, mulakno pas aku sowan nang ndaleme suguhane nang mejo kueeeebaaaaak buaaaaanget.
untung sowane mbengi mbengi, mbok menowo yen awan mesti disuguhi bakso krisak opo mie ayam pasar krisak mestine.
matur nuwun mas Setyo Ciptono,,,,,
salam ku kagem penjenengan dan keluarga dari Bandung sana.