Wednesday, 28 April 2010

Kawin Perak


Kawin Perak

Awalnya adalah berangkat dari sebuah keniscayaan yang selalu tergambar di pikiranku. Sebuah harapan sebongkah keinginan keras sekeras batu karang di lautan yg tak bergeming dihantam badai gelombang. Terlukis di hatiku sebuah bahtera nan indah yang didalamnya aku menjadi nahkoda bagi orang-orang yang kucintai.

Kubawa bahtera itu mengarungi lautan yang amat luas, dengan airnya yang jernih biru, ikan lumba2 selalu mengiringi jalannya bahteraku yang mungil namun kuat, stabil, kadang oleng oleh hempasan ombak. Namun semuanya bisa kuatasi hingga bahteraku kembali berlayar dengan tenang, stabil.

Perjalanan masih panjang, penumpang di bahteraku yang semula hanya seorang yang sangat aku cintai dan aku lindungi kemudian bertambah penumpang lagi menjadi dua. Seiring perjalanan waktu penumpangku bertambah lagi satu orang dan tambah lagi satu orang sehingga semua penumpangku berjumlah empat orang, lima termasuk aku.

Bahteraku semakin solit, perjalanan membelah lautan semakin asyik dan tenang, ombak bukan lagi merupakan ancaman maupun hambatan. Karena bahteraku kini lebih tenang dan stabil dengan lima orang penumpang.

Dua puluh lima tahun sudah aku berlayar dengan istriku mengarungi mahligai rumah tangga, liku-liku kehidupan telah kami jalani berdua. Kami menikah pada tanggal 28 April 1985 dalam sebuah upacara adat jawa yang sederhana. Dokumentasi photo pernikahan kami tidak bisa kami upload di Blog ini karena sudah klawus-klawus gambarnya dan sebagian besar hilang karena sistem kearsipan kami yang amburadul alias kurang setiti (bhs Jerman = Jejere mbok Man).

Aku bertemu istriku pada tahun 1981 saat sekolah di SMEA Negeri Wonogiri. Aku satu kelas dengan dia (Istriku dalam kisah nyata ini kusebut dia). Kebetulan dia sebagai ketua kelas dan aku anak buahnya di kelas Ib. Saya jadian dengan dia pada semester ke II, saat itu kejadiannya tidak aku sengaja. Pada saat itu kami masuk siang karena ruang kelas di SMEA Negeri Wonogiri pada waktu itu masih terbatas sehingga harus dibuat dua sip masuk, sip pagi dan sip siang.

Pada pelajaran jam ke tiga pada waktu itu gurunya tidak hadir hanya memberikan catatan agar murid-murid mencatat. Saya yang pada waktu itu tidak membawa buku tulis untuk pelajaran itu muncul niatku untuk meminjam buku catatan/tulis kepada ketua kelasku ROSITA namanya.Kebetulan sekali ketika itu dia tidak bawa pulpen, sehingga ketika aku tawarkan aku yang nyatat dibukunya, dia setuju saja. Selesai mencatat buku saya bawa pulang dengan maksud aku salin di buku catatanku. Ketika menyalin catatan tadi ke buku-aku, timbul niat isengku untuk menulis kata-kata pujianku terhadap dia di bukunya, karena memang jujur saja aku sudah ada tertarik pada pandangan pertama dan aku mengaguminya. Maka aku tulis saja semauku kata2 yang indah tuk mengungkapkan rasa ini.

Esok siangnya buku aku kembalikan ke dia dan apa yang terjadi, kalau memang udah jodoh takkan lari kemana duhai kekasihku = kata Odie Agam. Gayung bersambut dia gantian pinjam buku aku dan ditulisnya kata : ”When do you love me”. Aku masih ingat betul tulisan itu dan akhirnya kami jadian.

Sangat indah perjalanan cinta kami mulai sejak saat itu, hingga lulus dari SMEA setahun berikutnya kami menikah pada hari ahad tgl 7 Sya’ban 1405 atau 28 April 1985. Kami dikarunia 3 orang anak yang semuanya sehat, ganteng, cantik2, pokoknya perbaikan keturunan.

Kalau saya tulis kisah cintaku dengan istriku akan menghabiskan banyak halaman, sehingga kusingkat saja. Kalau ada teman dan temin yang ingin mengangkat kisah ini ada banyak dokumen pendukungnya yang masih kusimpan, baik foto2 kenangan ketika pacaran, surat2 cinta dan lain-lain.

Pokoknya sip dech... kayak Gita Cinta dari SMEA.

Trims salam untuk semuanya, sukses selalu.

13 comments:

Beno said...

Inilah yang saya tunggu-tunggu. Tukar cerita mengenai kisah romantis masing-masing. Tak perlu malu-malu. Ayo, siapa menyusul .....

kisut65 said...

Sudah sering kali saya memimpin ibadat syukur keluarga yang berpesta perak (25) atau emas (50). selalu yang saya kagumi adalah kesetiaann mereka. Untuk mas Ciptono PFOFICIAT dan terima kasuh untuk ungkapan sharingnya. Ayo yang lain termasuk mas Beno menulis kisah cintaku di jalan raya he..he.heee

Susilo said...

Selamat merayakan kawin perak, semoga panjenengan tansah pinaringan kesehatan untuk ngancik pesta kawin emas dan seterusnya...Semoga kami-kami yang baru beberapa waktu berumahtangga dapat juga merasakan pesta kawin perak, emas, perunggu, timbel dll.
Mas Cip, yen cara cah sekolah sampeyan iki termasuk kelas Akselerasi...huebat.bat.bet.bat.bet...
Cilik lak pawakane, ning sabetane jan ngedab-edabi...

Nasih said...

Selamat mas Cip. Semoga sukses sampai ke Kawin Mas-nya. Asal jangan Kawin Silang saja ...

memgenai pinjam buku, modus itu juga telah dilakukan anak2 SMP, tapi nampaknya masih terlalu dini sehingga nggak jadi ... (hayooo, sopo kuwi, ngaku wae yo)

Bambang Supriyadi said...

Selamat ya mas Cip, Kisah Cinta yang indah, eh.... kayaknya kalau kisah memulai cinta pasti indah semua ya.... saat deg2an nitip surat, apel pertama.... liaht sepeda mininya saja dah seneng (ya kan Hid). Bikin puisinya bisa berbuku-buku ya mas Ben, mas Susilo selalu bersenandung merdu...... pasti semua indah

Semoga sampai kapanpun tetep indah ya mas Cip. Salam buat keluarga.

Setyo said...

@mas.Beno: makasih, salam buat putra2.
@mas Kisut: trims utk pujiannya.
@mas Susilo : saya doakan panj bisa melampaui kawin perak, emas, intan tapi jangan timbel to mas....!!
@mas Nasih : makasih doanya semoga ALLAH SWT memberikan kesempatan aku untuk kawin emas, intan, tapi kalo kawin silang emoh aku...! gak kena dicopot...!
@mas Bambang: makasih juga atas doanya. Memang mas pd saat cinta bersemi itu indah segalanya koq, nyawang Glibet wae dah dag dig dug, gemetaran he...he...
Thanks berat buat semuanya.

Beno said...

Sayang, surat-surat cinta dan puisi cinta ketika SMP dulu ilang. Kalau enggak, kan bisa jadi bahan guyonan sekarang.

mujtahid said...

La mulakno wis mantu ... la wong pipis rung jejeg wae wis wani rabi ... he he. Aku telat 12 tahun mas Cip dibanding sampean dadi lagi entuk kawin 1/2 perak, dadi opo kuwi ... loyang, perak opo timbel.
He he Bambang tau aja ... sepeda mini biru dengan pita rambut berwarna ungu .. nganti saiki ra ngerti jenenge!

A N T O said...

Selamat....3 Mas Cip semoga bahagia selalu....
Nek bahteraku tak tumpaki dhewe wae ndak cepet rusak, turneh nek ora oling nganti muser2 rumangsaku malah ora penak ha...3

Beno said...

Mas Anto ki pancen seneng gaya lisus, mubeng ora karuan ....... koyo piyayi mendem hehehehehe !

Setyo said...

Sansoyo yen musere iku karo ngubengi kasur Mas, uih... juan siiip tenin...ha...ha...ha...

kisut65 said...

Wah iku pangandikane wong tuwa, aku durung gaduk kuping .....

siswadi kasep said...

mas Anto ..... yen mubeng koyo kitiran, tapi yen poros As - e ora kuat tetep wae ora iso munggah.