Tuesday, 8 June 2010

UMKM & Unggulan Daerah



Barusan sore tadi sempat lihat koran, dudu koran Juara Menerka-ne mas Beno. Saya lihata da gambar beberapa menteri dan ketua MPR ketoke puas ndeleng hasil produksi UMKM di pajang di salah satu jaringan ritel besar.

Terus mak nyuuuuttttttt, jadi ingat sesuatu yang pernah terfikirkan dalam benak saya.
Syahdan, suatu hari pas dolan ke Dinas UMKM dan Koperasi provinsi saya sempat melihat-milaht pajangan-pangan yang ada di etalasenya. Disitu terpampang tulisan PRODUK UNGGULAN DAERAH (dari masing-masing kabupaten dan kota). Saya lihat satu persatu. Semuanya adalah kerajinan tangan dengan sentuhan low technology (alias nilai tambah
knowledge dan skill nya kurang), sambil mbatin apa ya begini ya target pembangunan ini.

Per definisi, setahu saya UMKM itu diklasifikasikan mikro, kecil atau menengah tergantung pada omsetnya. Terus saya membatin, apakah tidak terfikirkan produk unggulan daerah ataupun UMKM itu tidak selalu yang berkaitan dengan yang tradisional dan rendah sentuhan technologynya.

Saya membayangkan UMKM yang bergerak di dunia Kreatif Industri (termasuk yg juga sedikit saya tekuni), ada produk perangkat lunak, animasi grafis, content dll yang bisa didorong untuk terus berkembang lebih besar (sekarang dari UMKM dan bisa menjadi produk-produk unggulan daerah, bukan khas daerah secara tradisional). Beranjak lagi mungkin ke industri sub komponen manufaktur (mesin, elektronika, gelas/kaca, logam, keramik dan konco-konconya). Kemudian produk inovasi teknologi pertanian mungkin ke kultur jaringan, pemuliaan tanaman, pupuk organik atau yg lain.

Artinya setidaknya suatu industri kecil (saat ini) yang sebenarnya memiliki nilai daya saing tinggi dengan nilai tambah dari aspek hitech skill and knowledge. Dari industri-industri kecil tsb, digabung menjadi big company (koperasi) yg tidak lagi tradisional. Ketoke kok yo ciamik... ;)

BTW, unggulan Wonogiri apa ya ?
: Sumber daya alam (mining) ? Wisata ? Agro industri ? Hitech product ?

Piye iki para calon bupati kita... ;)

12 comments:

Nasih said...

Kenang ki wis suwe olehe ngombe banyu ana Malang, nanging atine isih kemantil-kantil ana Wonogiri. Hayo apa sebab-e ya ...

mujtahid said...

Sampean wae nyalon Bupati Nang .. tak suport 100%.
Aku jg punya unek2 plek denganmu. Kita harus petakan lebih dulu .. dg analisis SWOT atau teknik analisis apalah .. posisi Wonogiri ki dimana to dalam "memproduksi (barang/jasa)". Analisis hrs betul2 obyektif. Ora peh kita wong Wonogiri terus kita menutup mata dg mengatakan bahwa "tempat wisata A itu indah", padahal panas ngenthak-enthak. Kita harus betul2 melakukan studi terhadap produk pesaing (basa Nogirine bencmark), baik terhadap tetangga2 kita bahkan kalau perlu dengan Singapore, Malay atau Thailand kalau memang sasarannya produk global. Kalau memang tidak kompetitif, tinggalkan segera. Hal ini harus dilakukan dalam segala bidang : tambang, wisata, agro, industri kreatif, lan sak penderek-e. Kalau sudah ketemu "produk unggulan" yg akan dikembangkan harus diseriusi dan dikembangkan. Saya kira produk bakso dan jamu adalah contoh nyata keunggulan itu. Selanjutnya apa?

siswadi kasep said...

dalam hal sumber daya yang ada di wonogiri, baik alam maupun non alam ........
tanya saja ke mas Anto .......
nanti rak mbrudul kabeh deknene mesti crito ....
hehehe

Beno said...

Wis ono rong pasang bakal calon bupati/wakil periode ngarep. Kate (Kenang-Tahid) lan Sisno (Siswadi-Beno). Ayo, syiopo nyusul ..... tambah akeh tambah rame.
Programku melu Mas Siswadi wae, ngembangke pertanian lan peternakan !
Nami (Nasih-Mincuk) juga memungkinkan .........

Susilo said...

Ben, yen SUSNO DUAJI (susilo-ciptono dukun kebak aji-aji...), piye ya tingkat elektabilitase ?. Program utamane ngembangke wisata mie ayam karo campursari.he.he.he...

kisut65 said...

yen aku mesti ora payu soale ora memenuhi syarat, mengko pada bingung yen arep goleke istri bupati he.he.he.
Kemarin saya waktu layang di Giriwoyo sempat nengok ke museum karzt dunia di Pracimantoro. KOndisinya menurut saya tidak terutus; bagaimana mau menjadi unggulan ? padahal banyak obyek wisata dan produ unggulan dari wonogiri lho.....

Setyo said...

Yah.... begitulah teman dan temin yg cangkulannya di luar wonogiri. Klo pas kebetulan panj bezuk Wonogiri, sebenarnya banyak potensi dan pembangunan sarana infrastruktur.
Namun apa....? Kalo suatu bangunan sudah jadi, mbangune gampang. Tapi memeliharanya ini yg sulit dan kadang kurang diperhatikan oleh Pemkab dan masyarakat setempat juga kurang mendukung.

Setyo said...

Wes.... hewes ... hewes beres mas Sus yen awake dhewe iki Duet SUSNO (SUSILO - CIPTONO) tingkat elektabilitasnya tinggi, apalagi dikalangan penyanyi, ledek2, para yogo. Lan para bakul Mie Ayam/Bakso utawa PAKARMISO = Paguyuban Karyawan Mie lan Bakso,. ha.... ha... ha....

siswadi kasep said...

hahahahaha .........
apik tenan, pasangan yang benar benar padu dan kompak semua.
Saya yaqin semua pasangan ini pasti akan guyup rukun anggone nyambut gawe dan saya yaqin juga kita semua nek jadi maju pasti siap KALAH dan siap MENANG, pendukungnya pun ora ono sing do tawuran meskipun jagone kawon .....
soalnya siapapun yang menang mereka tetep KASTURI'81 JUARANYA .....
saiki tinggal nyiapke wae slogan atau semboyan masing masing calon ...

mujtahid said...

Ha ha .. rasah do ngimpi .. bukannya pingin nyalon, cuma gemes ae kalau ingat tanah kelahiran yg jalan ditempat. Ga usah jauh2 le mbandingke, cukup dengan kabupaten2 tetangga ae kok ketok-e kita ki selalu keponthal-ponthal.
Pasangan Mina (Mincuk-Nasih) ketok-e kok yo menjual to .. ben ra kalah karo Karanganyar dan Kebumen yg nate ngrasak-ke dipimpin kaum hawa ternyata yo oke to. Mina kan artine iwak .. kari milih : iwak pitik, iwak bebek, iwak wader opo iwak lele.

siswadi kasep said...

aku mesti pilih ayam kampung ......
hahahahaha
gurih tur enak tenan

Kenang said...

- Satu yen aku nyalon, ketoke ora pas amargo ora iso nyanyi opo ndalang hahahaha... (iki jare syarate bupati). Menurut istilahnya orang, menyanyi itu ada 3 at yg menyebabkan: 1. BakAT, 2. PejabAT; 3 NekAT
- Loro rodho angel ndadak rebonding dhisik mergo rambute brintik hehehehe
- Telu ujare dadi primordial, amargo putra daerah asli... hahahaha
- Papat geloke ono dhwek yo.