Friday, 27 August 2010

Memupuk rasa RINDU kepada kekasih hati .....


Tersebutlah suatu kisah s'orang istri yang ditinggal pergi suaminya dalam rangka tugas belajar ke luar negeri.
Selama 2 (dua) tahun mereka belum bisa bertemu secara fisik.
Perpisahan yang demikian lama menjadikan kerinduan diantara mereka sangat tinggi, seakan akan ketika melihat baju saja mata boleh melihat bajunya namun hati dan pikirannya melihat suami.
Hingga sampai pada suatu saat sang suami akan pulang pada hari lebaran.
Maka seakan akan waktu lebaran yang masih lama, disisi lain seperti sudah terasa dekat.
Pada saatnya sang suami nanti pulang, sang istri bertekad untuk bisa membahagiakan suaminya sehingga sang suami bisa bergembira dan puas tatkala bertemu nanti. Itulah gejolak hati seorang istri yang belum sempat bertemu selama 2 (dua) tahun dengan suaminya demikian merindukannya.
Semestinya kerinduan kita kepada Allah, lebih hebat daripada kerinduan s'orang istri tadi.
"Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu yang dijanjikan Allah itu pasti datang." ...... (QS. Al-Ankabut:5)

RINDU merupakan gejolak hati dari suatu rangkaian perjalanan seorang hamba untuk bertemu cinta atau kekasih hati Nya.
RINDU ibarat safari perjalanan suci ruhani yang akan menyampaikannya kepada kekasih hati dengan melalui suatu perjuangan, jika dalam hati dan benak kita muncul kerinduan kepada Allah, itulah suatu tanda Allah pun merindukannya.
" Barang siapa yang RINDU berjumpa dengan Allah, maka Allah rindu juga jumpa dengannya."
(HR. Bukhori)

Dengan demikian hari hari yang akan dilewatinya senantiasa serasa indah karena adanya tujuan penantian yang didamba dan dikejar, dan itulah perasaan dari seorang yang bertaqwa sebagaimana tujuan kita selaku umat muslim menunaikan ibadah shaum dibulan Ramadhan ini, menjadi manusia (hamba) bertaqwa yang senantiasa dirindukan Allah didunia ini.

untuk menjadi perenungan kita
"Sudahkah rasa RINDU kepada kekasih hati tertanam dalam hati kita bersama .....???"

2 comments:

Nasih said...

1. belum dijelaskan pupuk apa yang mau diberikan dan bagaimana cara memberikan?
2. apa rindu dapat disulih dengan komitmen ?

siswadi kasep said...

Untuk mas Nasih:
terima kasih saudaraku ...... benar sekali, tentunya pupuk yang kita berikan adalah berjuang keras untuk beramal shaleh.
selain itu untuk dapat memupuk kerinduan kita kepada Allah juga bisa dilakukan dengan menuntut ilmu, tentunya menuntut ilmu yang bisa mengantarkan hati untuk selalu rindu kepada Allah, apabila hati kita sudah dibukakan cahayanya maka kita akan dipermudah untuk mempelajari ilmu.
Mas Nasih ...... sekali lagi terima kasih atas masukan yang sangat berharga ini.