Saturday, 28 August 2010

Merindukan LAILATUL QODAR .......



Lailatul Qadar adalah malam yang agung di antara sekian malam di bulan suci Ramadhan. Tidak disebutkan kapankah malam itu terjadi.

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS Al-Qadr 97: 1-5)

Menarik memang. Di saat kebanyakan orang sibuk berebut dunia, mereka (para pemburu pahala) malah asyik tafakur berdiam diri di masjid-masjid. Makin mendekati lebaran, shaf-shaf tarawih malah makin mundur ke belakang. Apalagi pada malam-malam ganjil yang salah-satunya diyakini merupakan Lailatul Qodar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Untuk memburunya, mereka ramai-ramai melakukan I'tikaf di masjid sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Adakah yang mengetahui kapan Lailatul Qodar itu tiba? Tak seorangpun tahu kapan Lailatul Qodar akan tiba. Allah SWT menjadikannya sebagai suatu rahasia, sehingga manusia harus berjuang keras untuk meraihnya. Sejumlah ulama mengatakan, Lailatul Qodar terjadi pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, terutama di malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23, 25, 27, dan 29.

Namun demikian, kedatangan Lailatul Qodar yang sesungguhnya tetaplah rahasia. Ia merupakan hal gaib yang hanya diketahui Allah SWT. Karenanya Rasulullah SAW berpesan agar memburu malam Lailatul Qodar bukan segalanya. Motivasi ibadah sesungguhnya hanya pengabdian kepada Allah. Lailatul Qodar adalah sebuah 'fasilitas' luar biasa, yang dianugerahkan Allah bagi umat Muhammad agar beribadah sebaik-baiknya dan mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya.

Rasulullah juga menganjurkan kepada para sahabat dan istrinya, Aisyah, untuk membaca sebuah doa serta menghayati maknanya, ketika merasakan hadirnya Lailatul Qodar. Doa itu adalah: Rabbanaa aatinaa fiddunnya hasanah, wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaabannaar (wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka).
Rasulullah juga menganjurkan agar kita memperbanyak doa di bulan Ramadan. Apalagi pada sepuluh malam terakhir, terutama tanggal ganjil. Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, jika sekiranya mendapatkan Lailatul Qodar, apa yang harus saya baca?" Rasulullah menjawab, "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa 'fu 'annii."

Saudaraku yang budiman dan budiwati ..... (mbak Budi Setiarti maksudnya),
mari kita sama sama berburu Malam Lailatul Qodar dan kita maksimalkan ibadah shaum Ramadhan kita,
karena kita semua tidak tahu apakah kita masih akan dipertemukan lagi dengan bulan yang suci serta penuh dengan barokah dan ampunan ini di tahun yang akan datang.
Selamat ber hunting ria saudaraku ............

3 comments:

Nasih said...

Setelah datangnya Lailatul Qadr, sipakah yang tahu ? Kemudian apa dampak bagi yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya ?

siswadi kasep said...

@mas Nasih:
tak seorangpun ada yang taw mas, kapan mudhune cuma kita bisa merasakan tanda tandane thok.
tapi aku dhewe juga ora mudheng (durung iso meresapi) tandha tandhane maw.
yen takon dampak'e, sing jelas do wedi yen arep melakukan KORUPSI akhirnya cita cita untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur tanpa ada koruptor bisa segera terwujud.

Supriyanto-Jambe said...

Kata ustadz, ybs akan lebih baik dalam pengamalan agamanya, lebih istiqomah. mau Beramar ma'ruf dan juga tdk takut nahi mungkar. Akhlaqnya lebih baik dari sebelumnya. Peduli dg diri dan keluarga dan juga dg orang lain dan lingkungan.Lbh qon'ah, wara, dan tawadhu.