Wednesday, 3 November 2010

Bupati Yang Mau Mendengar Di Wonogiri

Oleh : Bambang Haryanto
Email : epistopress (at) gmail.com



Di Internet terdapat hukum besi.

Bila sesuatu situs tidak memiliki mekanisme pemberian umpan balik, lupakanlah.

Presiden Barack Obama tahu akan hal itu, sehingga ia tidak mau lepas dari telepon pintarnya untuk mudah menyerap aspirasi rakyat. Presiden SBY kita juga punya situs, tetapi mekanisme umpan baliknya justru tidak diberdayakan.

Internet adalah media interaktif dan egaliter. Merujuk tampilnya tokoh muda Danar Rahmanto (foto) sebagai Bupati Wonogiri 2010-2015, yang punya blog dan akun Facebook, seyogyanya ia segera meluncurkan program, misalnya Satu Bulan Danar Mendengar.

Ia lalu membuka beragam saluran untuk menampung surat, surat suara (voice mail), sms, email sampai forum di dunia maya kiriman warga Wonogiri di mana pun tinggal di jagat ini. Kemudian memajangnya di blog atau Facebook, dan meresponsnya secara serius dan tulus hati.

Melalui modus dialog yang baru ini pasti membuat warga Wonogiri merasa “diwongke,” lebih mudah diajak berembug dan bekerja sama menemukan solusi bagi problem daerahnya dibanding bila kebijakan itu semata-mata dijatuhkan dari atas.

Ada hukum lain di dunia Internet, Hukum Linus Pertama yang membenarkan ampuhnya kolaborasi dengan menyerap semakin banyak suara rakyat. Termasuk untuk mengatasi ancaman teroris. Bunyinya : “Dengan mata yang cukup, kutu-kutu yang ada lebih mudah ditemukan !”


Bambang Haryanto
Warga Epistoholik Indonesia
Wonogiri 56712


PS : Surat pembaca ini saya kirimkan ke harian Kompas Jawa Tengah setelah dipastikan Danar memenangkan Pemilukada 2010. Tetapi tidak dimuat.

Pada tanggal 21/9/2010 saat berlangsung pertemuan di SMP Negeri 1 Wonogiri, usulan di atas juga saya utarakan. Sebelumnya saya sempat menanyakan kepada hadirin, siapa saja yang memiliki akun Facebook. Ada sekitar 8-9 orang tunjuk jari, termasuk para guru. Tetapi kok Mas Danar tidak tunjuk jari. Ketika hal ini saya tanyakan kepadanya, sepertinya ia lalu menunjuk ke seorang mantan pejabat Diknas Wonogiri yang saat itu menyertainya.

Lalu saya seolah memperoleh sinyal bahwa akun Facebook Danar Rahmanto itu tidak di-handle dan tidak di-tackle oleh Danar sendiri. Saya agak “mlenggong,” tetapi bagaimana lagi. Mudah-mudahan, harap saya, akun Facebook tersebut akan menjadi urusan yang lebih serius begitu Mas Danar resmi menjadi bupati.

Merujuk isi bukunya Don Tapscott, The Digital Economy : Promise and Peril In The Age of Networked Intelligence (1996), yang mengupas manfaat besar Internet bagi tata kelola pemerintahan adalah untuk menghabisi borok-borok birokrasi yang warisan dari jaman era industri.

Segi-segi positif itu antara lain : Internet sebagai sarana meningkatkan kapasitas individu birokrat sehingga dapat bekerja lebih efisien ; membangun kerjasama tim berkemampuan tinggi ; pemerintahan yang terintegrasi, dan yang terpenting : the open government, antara lain untuk memerangi korupsi dan suap.

“Projects are managed on networks involving the suppliers and their government customers. Funds are dispersed electronically using EDI (electronic data interchange). And information about the project is made available to the public electronically.” (h.165).

Dengan modus ini, maka warga Wonogiri di mana pun dia berada, termasuk alumni SMP Negeri1 Wonogiri Angkatan 1981, akan mampu ikut “memerintah” Wonogiri walau secara fisik berjauhan.

Tetapi kalau sinyal listrik mampu mengelilingi bola dunia 11 kali dalam setiap detiknya, dan Pak Bupati Danar Rahmanto dan jajarannya bersedia membuka saluran secara digital, maka dirinya dan pemerintahannya akan memperoleh daya dorong intelektual dari warganya di mana pun berada, suatu berkah yang tidak diperoleh para bupati sebelumnya.


Wonogiri, 3 November 2010

15 comments:

siswadi kasep said...

kita liat bersama saja mas ......
mereka mulai merespon masuk'an yang seperti ini ato tidak, padahal yen menurut aku hal hal yang kecil seperti inilah yang akan membuka wawasan mereka untuk melangkah dan membangun Wonogiri kedepan menuju arah yang lebih baik.
(klo masih boleh aku ungkap lagi dalam tulisanku BUKAN SEMBARANG NJEPLAK)
rasah wedi bikin gebrakan untuk kemajuan kota tercinta. Wonogiri harus lebih maju dari tahun tahun sebelumnya dibawah komandan Danar Rahmanto nantinya, dan harus bisa mewujudkan pemerintahan yang benar benar bersih dan berwibawa. Rasanya bila khayalan saya sebagai wong sing ngrumangsani kepingin WONOGIRI biso lebih maju, alangkah bangga dan bahagianya saya apabila urun cangkem ini bisa diapresiasi, tapi yen ora ono manpangate kanggo kota kelahiranku tercinta yo wis ora popo ........ anggap wae iki maw kabeh usulane wong edan dan tidak usah ditangapi.

Nasih said...

"mata untuk melihat, telinga untuk mendengar"
namun semuanya tergantung kepada kita mau menggunakan atau tidak,

atau cukup menunggu laporan dari ajudan.

siswadi kasep said...

lha nek ajudane ngantuk'an wae, arep nunggoni laporane syopo meneh ???

Kenang said...

Dalam salah satu aspek manajemen dikenal adanya "COMPLAIN HANDLING MECHANISM". Kalau jamannya kraton dulu katanya ada yang namanya "pepe" untuk menghadap raja karena ada yang harus disampaikan (dicomplaint). Cara paling sederhana adalah dengan "kotak saran", "suara pembaca" dkk. Lebih maju lagi dengan SMS centre, blog, facebook dan konco-konconya. Tetapi yang fundamental dari itu semua adalah "HOW TO HANDLE". Secara khusus jika pimpinan tidak bisa (karena waktu dan kesibukan), ada telik sandi yang dtugaskan mengontrol berbagai komplain, melakukan filtering dengan obyektif, dan memberikan point out sesatu yang puenting.

Beno said...

Pesimistis, pesimistis ..... ketoke yo podho waelah !

siswadi kasep said...

aku optimistis ..... morak marik ...

mujtahid said...

Wait and see .. jangan terlalu berharap .. juga jangan terlalu pesimis .. yang sedang-sedang saja, dadi yen tibo ra terlalu lara.
Kalau hati kecilku sih .. ketok-e yo podho wae kaya kandane mas Beno .. lebih kasar lagi kandane Wiwik Asnawi. Bener wae input dari facebook ga pernah dia respon .. la wong ....

Setyo said...

Jng keburu dihakimi dulu ta dulur2...
kita lihat dulu saja apa yang akan dikerjakan mas Danar.
Lan awake dhewe iki ya aja pada meneng wae, sing sregep aweh usul, saran' Aja padha wegah kangelan mureh majuning Kota Wonogiri, suwun.

Bambang Supriyadi said...

Kalau kita memang mau membantu dan berperan sebagai sumbangsih kita kepada Wonogiri,kenapa bukan kita saja yang mengelola facebook mauapun blog nya, jika sudah ada masukan yang bagus baru kita sampaikan lewat teman-teman di wonogiri yang sekarang juga ada di Pemerintahan. Saat ini mungkin Danar juga lagi sibuk untuk pengenalan wilayah kerjanya termasuk pengenalan staf nya dan itupun juga tidak mudah dan perlu waktu.

Itu aja sih usulan saya.

bambang haryanto said...

Terima kasih untuk diskusi yang riuh, baik yang optimis, menunggu atau pun pesimis, semuanya menjadi menarik. Karena semua kartu, harapan kita, sudah ditebar di atas meja.

Pak Bupati Danar Rahmanto pasti butuh waktu. Perubahan yang terjadi pada dirinya, jelas tidak mudah. Tetapi yang pasti, kita sebagai warga yang sama-sama ingin membuat dan memberikan iuran gagasan demi perubahan untuk Wonogiri kita, jangan cepat-cepat untuk berhenti dalam memberi sumbangsih pemikiran. Ini bukan lari sprint, tetapi lari marathon.

Ditunggu tulisan Anda lainnya. Matur nuwun.

siswadi kasep said...

ditunggu tulisan opo meneh mas ....??
lha wong wartawan wae enek wektune leren olehe nulis .....
opomeneh yen ora taw direspon ....
yen ora di respon mendhing aku NJEPLAKNE CANGKEM nggerakne Alumni kon demo wae ....

Harjono "Kingkong" said...

Muga muga aja tiru tiru liyane dadi gajah di blangkoni isa kojah/kotbah ora isa nglakoni. Wis ben dianggep wong edan ning konsisten karo omongane...he...he...he....

Bambang Haryanto said...

Mas Mujtahid : saya keluyuran saat mencari info tentang cabuk, lalu keblasuk ke blog Anda. Tetapi lewat dulu melalui situs alumni SMA Negeri 3 Solo. Tau-tau, ada cerita tentang SD 3. Saya lalu nimbrung cerita di komentar tentang reuni singkat dengan Pak Diyatmo. Di bibir waduk. Saat jalan kaki pagi.Saya memotretnya, tapi belum sy unggah di blog The Morning Walker, wonogirinews24.blogspot.com. Salam.

mujtahid said...

Terimakasih mas Bambang sudah sudi keblasuk di blog saya .. dah lama ga sempat nambah tulisan. Iya pak Diyatmo masih ingat muridnya satu persatu. Salam buat Bastion .. teman SD saya.

Supriyanto-Jambe said...

Ya semoga saja ketika jadi bupati bisa amanah, dan tak lupa juga dermawan.