Friday, 26 November 2010

SELAMAT HARI GURU ..........


Umar Bakri, Umar Bakri pegawai negeri
Umar Bakri, Umar Bakri 40 tahun mengabdi

Jadi guru jujur berbakti memang makan hati


Umar Bakri, Umar Bakri banyak ciptakan menteri

Umar Bakri, profesor dokter insinyur pun jadi

Tapi mengapa gaji guru Umar Bakri seperti dikebiri


penggalan lirik lagu yang mengawali tulisan ini rasanya sudah tidak asing lagi bagi banyak orang, termasuk kita.
Oemar Bakri yang melambungkan nama Iwan Fals, bercerita tentang sosok guru jujur tapi bernasib tragis justru karena memilih hidup yang lurus.

Hahahahaha ...... wis kudune ora sah nggambleh, waton njeplak wae .... aku ora arep menggurui seperti ini karena nasib Umar Bakri sudah banyak orang tahu.

Jarene setiap tanggal 25 November, kita (seharusnya) memperingati hari guru. sayangnya, kita kerap lupa, atau sengaja melupakan, bahwa setiap bulan November ada hari guru yang diperingati secara nasional, jangankan mengingat jasa-jasanya, kita bahkan tidak pernah menganggap sosok guru sebagai individu-individu yang berperan besar dalam "melahirkan" orang jadi menteri, dan bupati seperti DANAR RAHMANTO, profesor, dokter, insinyur, atau apa pun seperti yang disenandungkan Iwan Fals.

Zaman memang telah berubah.
Gambaran guru seperti yang diungkapkan Iwan Fals dalam Umar Bakri rasanya tidak lagi sama dengan sosok guru zaman sekarang.
Di zaman Umar Bakri mungkin masih banyak guru yang datang ke sekolah dengan mengayuh sepeda butut koyo bapakku, iso duwe sepeda motor uthuk uthuk yo ndadak golek utangan nyang Koperasi SEMANU (jaman semono Koperasine keluarga SMP Negeri 1 Wonogiri).
Guru zaman sekarang, seperti kita tahu, banyak yang bermobil ke sekolah. Kita juga tahu, gaji guru zaman sekarang tidak lagi dikebiri.
Pendek kata, kehidupan guru tidak lagi memprihatinkan. Paling tidak, guru-guru yang mengajar di sekolah ternama di kota-kota besar.


Selamat Ulang Tahun para guru, mantan guru dan juga termasuk pensiunan guru ......
tetaplah berkarya untuk membangun negeri, mencetak manusia manusia yang ber budi pekerti,
biar tidak jadi tukang KORUPSI dan juga tukang ngapusi, opomeneh dadi gali
.........


5 comments:

Beno said...

Hormatku untuk para guru ....... semoga masih tetap digugu dan ditiru anak didiknya ! Bukan wagu tur kuru .....

Bambang Haryanto said...

Siapa guru favorit Anda di SMP Negeri 1 Wonogiri ? Bagi saya, antara lain Pak Mufid Martohadmodjo.Guru bahasa Inggris. Saat saya kelas 3B (1969) beliau mengumpulkan 5-6 murid, lalu bikin klub percakapan. Yang saya ingat, Muhammad Nurdin (kini dosen ITB). Bahasa Inggris saya tetap masih jelek sampai sekarang, tetapi interaksi itu cukup membuka wawasan untuk pengin tahu lebih banyak tentang ilmu pengetahuan. Syukurlah, kami pernah bertemu, mengobrol di Perpustakaan Umum Wonogiri. Lalu sempat pula saya tunjukkan kepada salah satu tulisan di blog saya, berisi cerita-cerita kenangan masa lalu saya tentang beliau. Gantian murid mengajari gurunya bab Internet, berisi cerita tentang dirinya.Sayang, dengan alasan penglihatan yang menurun, beliau jarang saya temui lagi di perpustakaan, walau kalau sliringan di jalan masih saling melambai.

Setyo said...

Guru sekarang dng Guru zamane Umar Bakri berbeda jauuuh Mas Sis....
Kalo Guru sekarang kenaikan pangkatnya genjring 2 tahun sekali, trus yg sudah akreditasi gajinya satu bulan dua kali. Opo gak nyenengkeh... iku.... Jadi kalau suami-istri profesinya Guru pasti ekonominya lebih bagus dari pada yg PNS biasa kayak saya ini ( aku ora meri/iri lho..! )
Nach maka jadilah Guru yg baik, jujur, memberikan keteladanan yg baik, patut digugu dan ditiru.
Salam buat semuanya.

mujtahid said...

Gaji guru sekarang lumayan (istriku dan juga teman2 SMP kita sudah sebagian ngrasak-ke, meskipun belum semua) .. hal ini bagus supaya minat jadi guru akan meningkat, sehingga anak2 terbaik sekarang mau bercita2 menjadi guru, tidak seperti jaman dulu, maunya dokter, insinyur dll yg dikira lebih "teles".
Bukti nyata adalah iparku (adi-ne bojoku) jadi dokter jaman sekarang, tidak lebih "emerlap" secara ekonomi dibanding bojoku, tidak seperti dokter jaman dulu.
Maka kalau ada anak2 kita bercita2 jadi guru .. doronglah, beri semangat .. sungguh profesi yg mulia!

siswadi kasep said...

ijik durung ono komentare konco konco sing dadi guru,
mungkin bener jarene mas B3S ......
rasah komentar, wong wis do sugeeeeh kabeh....